Kompetensi matematika mencakup pengembangan keterampilan dan minat
yang berhubungan dengan pembuktian. OECD PISA (http://www.oecd.org/pisa/) menyebutkan
beberapa komponen kompetensi matematika : reasoning;
penjelasan dan penguraian sebuah pembuktian; komunikasi; pemodelan; penemuan
solusi; representasi; penggunaan simbol dan bahasa pengoperasian; serta
menggunakan alat – alat matematika.
Menurut Caroll (dalam Debrenti, 2015) model kompetensi
matematika berdasar pada analisis faktor dan muatan yang berisikan keterampilan
(skills) dan minat bisa dijelaskan
berikut ini :
- 1. Calculation skills : menghitung, memperkirakan, memberikan alasan kuatitatif, mengestimasi, mengkonversi hasil pengukuran
- 2.
Reasoning
skills : sistemastisasi, kombinatorik, kesimpulan deduktif dan induktif,
menghitung peluang, argumentasi
- 3.
Communication
skills : memahami, kemampuan menghubungkan, menfasirkan, visualiasi
gambar, presentasi
- 4.
Acquisition
skills : kemampuan menerima masalah, kreativitas, penyelesaian masalah,
metakognisi, menggambarkan masalah
- 5.
Learning
skills : konsentrasi, mengingat, kecepatan penyelesaian masalah,
kesadaran sebagian – penuh.
Salah satu kompetensi matematika yang disebutkan dalam PISA yaitu
penjelasan dan penguraian sebuah pembuktian tidak bisa terpisahkan dari
beberapa keterampilan baik Calculation
skills, Reasoning skills, Communication
skills, Acquisition skills, dan
Learning skills.
Menjelaskan dan menguraikan sebuah pembuktian dalam sebuah
kompetensi matematika bukanlah yang mudah. Karena itu, diperlukan materi
prasyarat yang cukup. Materi prasyarat inilah yang menjadi dasar peserta didik
dan guru menapaki hirarki belajar. Salah satu contoh hirarki belajar adalah
membuktikan dalil stewart. Mengingat begitu pentingnya hirarki belajar bagi
seorang guru, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah materi prasyarat
apa yang harus dimiliki agar peserta didik mampu membuktikan dalil stewart dan
bagaimana cara membuktikan dalil stewart tersebut.
Menurut
Ernest (2004) bahwa belajar matematika bersifat hirarki (susunan
bertingkat), artinya item pengetahuan dan keterampilan merupakan prasyarat
penting untuk pembelajaran matematika selanjutnya. Pandangan semacam itu
terkandung dalam Piaget. Teori perkembangan intelektual Piaget mendalilkan
urutan empat tahap (sensorik-motorik, pra operasional, operasional kongkrit,
operasional formal) yang berbentuk hirarki , yang terkandung maksud bahwa
peserta didik harus menguasai operasi pada satu tahap sebelum dia siap untuk
berpikir dan beroperasi di tingkat berikutnya.
Gagne (dalam Ernest, 2004) berpendapat bahwa sebuah topik
hanya bisa dipelajari bila hierarki prasyaratnya telah dipelajari. Sebuah topik
pada tingkat tertentu dalam hierarki mungkin didukung oleh satu atau lebih
topik di tingkat bawah yang lebih rendah. Seseorang tidak akan dapat
mempelajari topik tertentu jika ia telah gagal menguasai topik sebelumnya yang
mendukungnya.
Hal ini sejalan dengan laporan Cockcroft (dalam Ernest, 2004)
bahwa matematika adalah subjek yang sulit baik untuk diajarkan maupun untuk
dipelajari. Salah satu alasan mengapa demikian adalah bahwa matematika adalah
subjek hirarki, yaitu kemampuan untuk melanjutkan pemahaman yang baru sangat sering tergantung pada pemahaman
yang cukup dari satu atau lebih pemahaman yang telah terjadi sebelumnya.
Nakamura (2014) menyebutkan bahwa matematika memiliki
struktur pengetahuan hirarki yang rumit. Dalam belajar matematika, peserta
didik biasanya mempelajarinya selangkah demi selangkah dari tingkat rendah ke
tingkat tinggi dalam hirarki pengetahuan matematika. Hal ini bisa dilihat
beberapa bagian hirarki di daftar isi halaman buku matematika, dan sebagainya.
Karena itu, hirarki belajar menurut Gagne (dalam Shadiq, 2007) harus
disusun dari atas ke bawah atau top down.
Dimulai dengan menempatkan pengetahuan atau keterampilan yang menjadi salah
satu tujuan dalam proses pembelajaran di puncak dari hirarki belajar tersebut,
diikuti keterampilan atau pengetahuan prasyarat (prerequisite) yang harus mereka kuasai lebih dahulu agar mereka
berhasil mempelajari keterampilan atau pengetahuan di atasnya itu. Hirarki
belajar dari Gagne memungkinkan juga prasyarat yang berbeda untuk kemampuan
yang berbeda pula. Sebagai contoh, pemecahan masalah membutuhkan aturan,
prinsip dan konsep-konsep terdefinisi sebagai prasyaratnya, yang membutuhkan
konsep konkret sebagai prasyarat berikutnya, yang masih membutuhkan kemampuan
membedakan (discriminations) sebagai
prasyarat berikutnya lagi.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
hirarki belajar matematika adalah menempatkan pengetahuan dan keterampilan
matematika sebagai tujuan belajar diikuti oleh materi prasayarat sebelumnya
hingga bertingkat – tingkat sehingga menjadi lebih sederhana.
Referensi :
_____________________. Law Sines & Cosines.
Tersedia :
http://pages.pacificcoast.net/~cazelais/173/law-sines-cosines.pdf. [online].
Diakses tanggal 3 Juli 2017.
Debrenti, Edith. (2015). Visual Representations In Mathematics Teaching: An
Experiment With Students. Jurnal :
Acta Didactica Napocensia. [online]. Tersedia : https://eric.ed.gov/?id=EJ1064387 . Diakses
tanggal 1 Juli 2017.
Ernest, Paul. (2004). The Philosophy of Mathematics Education. Paris :
Taylor &
Francis
Group.
Fitzpatrick, Richard. (2008). Euclid’s
Elements Of Geometry. [online]. Tersedia :
http://www.e-booksdirectory.com/details.php?ebook=7914.
Diakses tanggal 30 Juni 2017.
Loi, Wong Yan. (2009). An
Introduction To Geometry. Singapura : National University
of
Singapore.
Nakamura, Akira. (2014). Hierarchy Construction of Mathematical Knowledge.
Journal. [online]. Tersedia: http://www.lnit.org/uploadfile/2014/0902/20140902011718511.pdf .
Diakses tanggal 5 Juli 2017.
Pisa. (2015). Draft
Mathematics Framework Pisa 2015. [online]. Tersedia :
https://www.oecd.org/pisa/pisaproducts/Draft%20PISA%202015%20Mathematics%20Framework%20.pdf.
Diakses tanggal 5 Juli 2017
Shadiq, Fadjar.(2007). Hirarki Belajar:Suatu Teori Dari Gagne.
[online]. Tersedia:
https://fadjarp3g.files.wordpress.com/2007/09/01-hirarki_pelangi_.pdf . Diakses tanggal 5 Juli 2017.







0 comments:
Post a Comment