Guru yang baik mampu menyampaikan materi sehingga tepat sasaran. Materi yang mudah dapat dibuat menjadi lebih mudah dan materi yang sulit dapat dibuat menjadi mudah di mata siswa tentunya. Tidak hanya itu, materi yang mudah dapat dibuat seakan – akan materi yang susah, namun dengan kemasan tertentu dapat menjadi mudah.
Ini tentunya terkait bekal keterampilan mengajar guru yang berupa penguasaan kompetensi materi, kemampuan berbahasa, kemampuan
logika, kemampuan analisis, dll yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan
siswa. Semakin tinggi penguasaan bekal keterampilan, tentu siswa akan mudah
menangkap materi tersebut.
Beberapa bentuk pengemasan materi yang biasanya dilakukan, diantara dengan :
Jembatan keledai
Masih
ingat dalam ingatan saya jembatan keledai untuk menghafalkan dasadarma pramuka
di SMP kelas VII, yang berbunyi “tacipaparerahedibersu”. Padahal hafalan itu,
tidak pernah dilakukan penguatan setelahnya. Bisa dibayangkan selama lebih dari
25 tahun (tahun
2020), saya masih hafal.
Tidak hanya itu, isi dari jembatan keledainya pun masih hafal, sekalipun tidak
memaknai.
Penyampaian
materi dengan jembatan keledai bila materi tersebut lebih bersifat hafalan,
atau hafalan konsep yang akan diaplikasikan. Sesungguhnya banyak materi pelajaran
yang dapat disampaikan dalam bentuk jembatan keledai termasuk matematika.
Rumus praktis
Rumus
praktis seolah – olah pada soal – soal yang berupa hitungan, akan tetapi materi
lain banyak menggunakan rumus praktis untuk memudahkan dalam proses mengingat.
Rumus praktis meringankan pekerjaan dan waktu, hanya saja ada beberapa rambu –
rambu dalam penggunaan rumus praktis yang perlu mendapat perhatian.
Drill Calistung
Pengemasan
materi ini bila siswa mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan
menghitung. Karena ini adalah pondasi dari dasar – dasar penguasaan materi,
maka hendaknya guru memperhatikan peningkatan tersebut.
Materi –
materi pelajaran dapat dibawa ke dalam bentuk ini, jika kita menginginkan siswa
memiliki keterampilan dalam calistung.
Penananaman konsep
Konsep
sangat diperlukan dalam mempelajari materi yang mengembangkan logika berpikir.
Penguasaan konsep yang bagus, memudahkan siswa untuk mengaplikasikan konsep ke
dalam permasalahan – permasalahan yang dihadapi.
Konsep
juga dapat memberikan keterampilan dalam mengerjakan soal yang sudah
dimodifikasi. Sebab jika konsep belum tertanam, maka soal yang dimodifikasi
sedikit saja, siswa akan kesulitan.
Sebaliknya,
konsep yang kuat, akan menjadikan siswa tidak terombang – ambing oleh soal –
soal jebakan, karena siswa akan berpikir kembali ke konsep.
Penyampaian pola
Materi –
materi yang sulit dan butuh peruntutan dapat menjadi mudah bila kita mampu
menyampaikannya dengan pola. Banyak soal – soal sulit dan soal olimpiade yang
dikembangkan berdasar pola. Langkah – langkah penyelesaian soal yang panjang,
dapat menjadi mudah manakala kita berikan dengan pola tertentu.
Penelurusuran persamaan dan perbedaan
Seringkali
sebuah soal dan peristiwa atau masalah memiliki sisi kesamaan. Sisi kesamaan
ini, guru dituntut harus mampu memunculkannya. Begitu juga soal yang kelihatan
sama, dapat dimodifikasi menjadi sesuatu yang memiliki perbedaan bahkan
perbedaan yang tajam.
Oleh
karenanya keterampilan penguasaan materi dapat memudahkan guru untuk menelurusi
persamaan dan perbedaan tersebut.
Peta Konsep
Keterkaitan
antar konsep dapat dibuat menjadi jaring – jaring konsep. Dengan jaring –
jaring tersebut akan dapat terlihat hubungan dan keterkaitan antar konsep.
Bahkan siswa akan menjadi paham. Siswa yang paham pun akan menjadi semakin
paham.
Pengambilan kesimpulan
Mengajak
siswa untuk mengambil kesimpulan baik dengan metode induktif dan metode
deduktif sangat diperlukan. Umumnya siswa secara sendiri akan menyimpulkan
dengan bahasa mereka sendiri di pikiran mereka, bila materi yang kita sampaikan
sudah selesai. Hanya saja akan lebih tepat bila guru les mengecek pangambilan
kesimpulan siswa.
Bisa
jadi siswa mengambil kesimpulan dengan menyamakan materi yang sebelumnya pernah
dipelajari, padahal kedua materi tersebut tidak ada hubungan, dan kebetulan
sama. Meskipun kesimpulannya betul. Nah, di sini peran guru untuk menjelaskan.
Karikatur
Guru
yang memiliki keterampilan menggambar dapat menyampaikan pesan atau mempermudah
penyampaian materi dengan menggunakan karikatur. Siswa menjadi senang karena guru telah
menampilkan sesuatu yang berbeda.
Yang hal
ini tidak dijumpai siswa sepanjang dia sekolah. Terlebih lagi jika siswa juga
hobi menggambar, maka kemampuan siswa akan lebih terasah lagi.
Gambar dan Simbolisasi
Jika
sebelumnya digunakan karikatur, pada bagian ini juga tidak jauh beda. Yaitu
dengan menggunakan gambar dan simbolisasi. Gambar sangat membantu untuk
memecahkan soal cerita yang rumit yang penuh dengan hubungan, maka lebih mudah
digunakan gambar.
Simbol
pun demikian, jika siswa sudah dapat berpikir abstrak, maka siswa lebih
menyukai menggunakan simbol untuk menudahkan mengingat.
Video
Video memang
jarang digunakan guru , akan tetapi beberapa materi dapat divideokan atau
mendownload dari internet beberapa video yang terkait dengan pembelajaran. Hal ini akan jauh
mengasyikkan, meskipun guru menyampaikan
dengan ceramah.
Siswa presentasi
Jika
siswa sudah sangat menguasai materi, maka ajak siswa dan tantang siswa untuk
melakukan presentasi. Skill presentasi ini sangat dibutuhkan oleh siswa kelak.
Betapa banyak proyek – proyek yang ditawarkan membutuhkan presentasi.
Tujuan
presentasi ini adalah agar siswa melatih menyajikan materi. Bahkan penguasaan
materi siswa dapat terasah dengan baik lewat presentasi tersebut. Kita juga
bisa meminta siswa untuk menjelaskan ulang catatan – catatan pelajaran yang
sudah ia tulis dari gurunya.
Nah, menarik bukan ? Ternyata kemasan – kemasan sangat
membantu menyenangkan siswa dalam pembelajaran. Kemasan – kemasan tersebut
dapat merangsang siswa untuk berinteraksi dan membangkitkan keingin tahuan.
Apakah kita sudah menerapkan semuanya ?
Sebenarnya masih banyak kemasan materi yang dapat
disampaikan, hanya keterbatasan tempat dan melihat dari sisi proporsionalitas
bab pembahasan, sehingga dipersingkat yang demikian.
Penulis : Tundung Memolo






0 comments:
Post a Comment