Cegah Corona

Stay at Home, Pakai Masker, Jaga Jarak, Cuci Tangan Selalu

My Blog List

4 Hal Bagaimana Mendidik Karakter Siswa Agar Berhasil oleh Tundung Memolo

  

Sungguh kebahagiaan seorang guru manakala anak didiknya berhasil dalam proses pembelajaran, baik secara intelegensi ataupun moral. Tidak dipungkiri bahwa peningkatan intelegensi hendaknya dibarengi dengan tingat moralitas. Semua sepakat akan hal ini, termasuk koruptor hingga penjahat berat sekalipun.

 

Betapa memprihatinkan pendidikan saat ini, di mana pendidikan di Indonesia khususnya telah menelurkan siswa yang berprestasi namun tidak dibarengi dengan tingkat moralitas yang baik. Pendidikan karakter yang digembor – gemborkan akhirnya hanyalah sekadar proyek.

 

Berikut ini penulis bawakan hal – hal apa saja yang menjadikan peserta didik ini akan sukses dalam hal karakter.

 

Pertama, guru memiliki ilmu mendidik anak.

 

Mendidik membutuhkan ilmu,  meskipun tidak harus melebihi ilmu mereka di bidang kompetensi yang diajarkan. Ambil contoh, seorang guru matematika, ia harus memiliki ilmu bagaimana mendidik anak.

 

Artinya, ia tidaklah harus mahir di bidang matematika saja, namun dia juga harus mampu dan memiliki ilmu lain di bidang pendidikan moralitas anak. Sayangnya hal ini kurang diperhatikan oleh sebagian guru.

 

Seakan kewajiban mendidik hanyalah tanggung jawab guru agama, PKn, BK, ataupun wali kelas. Padahal sejatinya tidaklah demikian. Oleh karenanya seorang guru harus terus belajar. Dia tidak hanya mencukupkan pada kompetensi semata. Banyak rumus matematika yang memiliki fiolosofi dalam membelajarkan dan mendidik siswa.

 

Kedua, keteladanan guru.

 

Siswa akan masuk sekolah tepat waktu, karena melihat gurunya tidak terlambat masuk sekolah. Siswa akan rajin membaca buku di perpustakaan, karena dia melihat gurunya asyik menelaah buku – buku perpustakaan.

 

Siswa akan senang teknologi, karena gurunya membelajarkan siswanya dengan LCD. Demikian pula, siswa tidak akan merokok dan mengebut di jalan, karena gurunya tidak merokok di kelas.

 

Terlebih lagi, siswa akan belajar adab dari gurunya, karena dia melihat sesosok guru yang arif, lembut, dan penuh kewibawaan.

 

Ketiga, keikhlasan dalam mendidik dan mengajar.

 

Pernahkah kita menyampaikan kepada siswa untuk bersikap baik ? Tentu sudah. Tapi dari sekian yang kita ucapkan kepada siswa, berapa persenkah yang mereka merespon atau ucapan kita dapat masuk di relung jiwa para siswa ? Ingatlah dan yakinlah, bahwa semakin kita ikhlas dalam mengajar dan mendidik, ucapan kita menjadi semakin berbobot.

 

Ya, berbobot di mata, telinga, dan hati siswa. Ucapan kita laksana mutiara padahal itu adalah ajakan dan larangan.

 

Keempat, kesungguhan dan kekontinuan dalam mendidik.

 

Guru harus penuh kesungguhan dalam mengarahkan anak didiknya agar berhasil. Hindari sifat lemah dan keputusasaan. Siswa yang tidak mempan dididik sekali, maka ulangi terus, sampai waktu berpisah dengan anak didik kita.

 

Sesorang yang dipukul tidak akan terasa sakit jika hanya dipukul dengan lembek ataupun sekali pukulan. Oleh karena itu didikan kita harus dipersiapkan sehingga akan terasa kuat di benak para siswa.


0 comments: