Mengatur waktu les bukanlah hal yang mudah. Terlebih jika kalian memiliki waktu yang relatif sibuk. Memang ada yang menjadikan memberikan les sebagai sampingan, sehingga dia bisa mengatur waktunya dengan leluasa.
Misalnya, dia mengatur jadwal
sehari sekali.
Bagi yang menjadikan pemberian
les sebagai pekerjaan utama, maka membagi waktu les seringkali ada kesulitan
tersendiri. Karena ketika kita sudah menjadwal dengan baik, ternyata yang
diberi les, waktunya tidak bisa.
Sebelum itu, ada waktu yang
sebaiknya dihindari oleh kalian dalam memberikan les, yaitu sabtu sore hingga minggu
waktu sore.
Sabtu sore
berkisar pada pukul 15.30 dan hari minggu hingga pukul 15.30.
Mengapa? Karena waktu – waktu tersebut
(selama 1 hari), maka biarlah gunakan waktu tersebut oleh siswa untuk
beristirahat. Ingat, siswa akan kurang maksimal ketika mengambil waktu
tersebut.
Mungkin siswa ada agenda liburan
keluarga ataupun punya waktu main yang akan mereka gunakan. Oleh karena sehari
tersebut waktunya digunakan untuk refreshing, maka waktu les siswa akan
terlihat kurang fokus.
Akibatnya, pembelajaran les tidak
maksimal.
Jika tidak maksimal, tentu saja
pembelajaran les tidak berhasil. Memang waktu itu juga siswa cenderung tidak
memilih.
Jika dipaksakan kalian mengambil
waktu tersebut, maka bisa jadi waktu – waktu belajar di sekolah akan menjadi
korban. Alias siswa akan bosan mengikuti pembelajaran di sekolah, karena waktu
refreshing mereka sudah dipangkas oleh jadwal les yang kalian buat pada waktu
tersebut.
Oleh karena itu, kalian harus
bijak mengambil waktu les yang tepat, agar hasilnya efisien dan efektif.
Tidak masalah setiap les kalian
mengambil waktunya, yang penting jangan di waktu itu yaitu hari sabtu sore
hingga minggu sore.
Dalam beberapa kejadian les, saya
seringkali menjumpai waktu les hingga 2 jam. Jika tidak bosan, maka sangat
bagus. Karena pembelajaran akan efektif.
Namun, tidak semua siswa akan
betah les hingga 2 jam. Bahkan waktu 1 jam siswa sudah tidak fokus. Ya itu
memang dikembalikan kepada siswa yang bersangkutan.
Prinsip inti mengatur jadwal les
adalah menyesuaikan waktu siswa. Sebisa mungkin setelah kita memberikan waktu
alternatif, lalu biarkan siswa memilih waktu mana yang ia bisa.
Prinsip lainnya adalah alokasi
waktu. Bahwa semakin tinggi jenjangnya maka akan semakin lama durasinya. Karena
ini juga terkait dengan ketahanan fisik duduk lama di tempat les, serta
kedalaman materi yang diberikan.
Hal ini sebagaimana pada jam
pelajaran sekolah ada perbedaan 1 jam pelajaran dari SD hingga perguruan
tinggi.
Meski demikian ada standar waktu
les yang akan saya jelaskan di bawah ini.
Di pasaran les, kita menjumpai
waktu les berkisar antara 1 jam hingga 2 jam, amat sangat sedikit waktu les sekali pertemuan
untuk 1 mapel hingga lebih dari 2 jam, karena siswa akan capai dan bosan.
Kebanyakan waktu les adalah 1,5 jam baru disusul 1 jam.
Namun saya peribadi menyukai les waktunya adalah 75 menit. Dengan
les 75 menit, sebenarnya efektif hanya 1 jam, yang 15 menit bisa digunakan
untuk mempersiapkan kondisi siswa les, memberi motivasi, dan persiapan menuju
les selanjutnya.
Jika waktu les 1 jam saja, kita akan cenderung terburu – buru
di jalan dan adakalanya siswa pun belum siap les jadi hasil kurang maksimal.
Waktu 2 jam pun sebenarnya terlalu boros dan berharga buat pengajar les.
Jika les dalam waktu 2 jam, maka sehari kita hanya akan
mendapatkan alokasi waktu les sehari hanya 2 kali atau kadang sekali saja.
Berikut ini saya jadwalkan waktunya les, dengan catatan
alokasi waktu ini tidak harus di atur seperti ini :
v Jadwal pertama
jam 15.30 – 16.15
v Jadwal kedua jam
16.15 – 18.00
Ingat bahwa pilih jadwal pertama dan
kedua selisih tempat tidak jauh
v Jadwal ketiga
jam 18.30 – 20.00 (dengan perkiraan solat isya’ di masjid 15 menit)
Semoga bermanfaat.






0 comments:
Post a Comment