Cegah Corona

Stay at Home, Pakai Masker, Jaga Jarak, Cuci Tangan Selalu

My Blog List

Bagaimana Cara Mengalokasikan Waktu Memberikan Les

Mengatur waktu les bukanlah hal yang mudah. Terlebih jika kalian memiliki waktu yang relatif sibuk. Memang ada yang menjadikan memberikan les sebagai sampingan, sehingga dia bisa mengatur waktunya dengan leluasa.

 

Misalnya, dia mengatur jadwal sehari sekali.

 

Bagi yang menjadikan pemberian les sebagai pekerjaan utama, maka membagi waktu les seringkali ada kesulitan tersendiri. Karena ketika kita sudah menjadwal dengan baik, ternyata yang diberi les, waktunya tidak bisa.

 

Sebelum itu, ada waktu yang sebaiknya dihindari oleh kalian dalam memberikan les, yaitu sabtu sore hingga minggu waktu sore.

 

Sabtu sore berkisar pada pukul 15.30 dan hari minggu hingga pukul 15.30.

Mengapa? Karena waktu – waktu tersebut (selama 1 hari), maka biarlah gunakan waktu tersebut oleh siswa untuk beristirahat. Ingat, siswa akan kurang maksimal ketika mengambil waktu tersebut.

 

Mungkin siswa ada agenda liburan keluarga ataupun punya waktu main yang akan mereka gunakan. Oleh karena sehari tersebut waktunya digunakan untuk refreshing, maka waktu les siswa akan terlihat kurang fokus.

 

Akibatnya, pembelajaran les tidak maksimal.

 

Jika tidak maksimal, tentu saja pembelajaran les tidak berhasil. Memang waktu itu juga siswa cenderung tidak memilih.

 

Jika dipaksakan kalian mengambil waktu tersebut, maka bisa jadi waktu – waktu belajar di sekolah akan menjadi korban. Alias siswa akan bosan mengikuti pembelajaran di sekolah, karena waktu refreshing mereka sudah dipangkas oleh jadwal les yang kalian buat pada waktu tersebut.

 

Oleh karena itu, kalian harus bijak mengambil waktu les yang tepat, agar hasilnya efisien dan efektif.

 

Tidak masalah setiap les kalian mengambil waktunya, yang penting jangan di waktu itu yaitu hari sabtu sore hingga minggu sore.

 

Dalam beberapa kejadian les, saya seringkali menjumpai waktu les hingga 2 jam. Jika tidak bosan, maka sangat bagus. Karena pembelajaran akan efektif.

 

Namun, tidak semua siswa akan betah les hingga 2 jam. Bahkan waktu 1 jam siswa sudah tidak fokus. Ya itu memang dikembalikan kepada siswa yang bersangkutan.

 

Prinsip inti mengatur jadwal les adalah menyesuaikan waktu siswa. Sebisa mungkin setelah kita memberikan waktu alternatif, lalu biarkan siswa memilih waktu mana yang ia bisa.

 

Prinsip lainnya adalah alokasi waktu. Bahwa semakin tinggi jenjangnya maka akan semakin lama durasinya. Karena ini juga terkait dengan ketahanan fisik duduk lama di tempat les, serta kedalaman materi yang diberikan.

 

Hal ini sebagaimana pada jam pelajaran sekolah ada perbedaan 1 jam pelajaran dari SD hingga perguruan tinggi.

 

Meski demikian ada standar waktu les yang akan saya jelaskan di bawah ini.

 

Di pasaran les, kita menjumpai waktu les berkisar antara 1 jam hingga 2 jam, amat sangat sedikit waktu les sekali pertemuan untuk 1 mapel hingga lebih dari 2 jam, karena siswa akan capai dan bosan. Kebanyakan waktu les adalah 1,5 jam baru disusul 1 jam.

 

Namun saya peribadi menyukai les waktunya adalah 75 menit. Dengan les 75 menit, sebenarnya efektif hanya 1 jam, yang 15 menit bisa digunakan untuk mempersiapkan kondisi siswa les, memberi motivasi, dan persiapan menuju les selanjutnya.

 

Jika waktu les 1 jam saja, kita akan cenderung terburu – buru di jalan dan adakalanya siswa pun belum siap les jadi hasil kurang maksimal. Waktu 2 jam pun sebenarnya terlalu boros dan berharga buat pengajar les.

 

Jika les dalam waktu 2 jam, maka sehari kita hanya akan mendapatkan alokasi waktu les sehari hanya 2 kali atau kadang sekali saja.

 

Berikut ini saya jadwalkan waktunya les, dengan catatan alokasi waktu ini tidak harus di atur seperti ini :

v                           Jadwal pertama jam 15.30 – 16.15

v                          Jadwal kedua jam 16.15 – 18.00

Ingat bahwa pilih jadwal pertama dan kedua selisih tempat tidak jauh

v                        Jadwal ketiga jam 18.30 – 20.00 (dengan perkiraan solat isya’ di masjid 15 menit)

Semoga bermanfaat.

0 comments: