Oleh : Tundung Memolo
Indera berperan sebagai reseptor. Ada
5 macam indra yang berfungsi sebagai penerima rangsangan, yaitu :
1. Mata, sebagai
penerima rangsang cahaya (fotoreseptor)
2. Telinga, sebagai
penerima rangsang getaran bunyi (fonoreseptor) dan tempat beradanya indra
keseimbangan (statoreseptor)
3. Hidung, sebagai
penerima rangsang bau berupa gas (kemoreseptor)
4. Lidah, sebagai
penerima rangsang zat terlarut (kemoreseptor)
5. Kulit, sebagai
penerima rangsang sentuhan (tangoreseptor)
A. Mata
Mata terletak di dalam rongga mata
yang dilindungi oleh tulang – tulang tengkorak. Bagian luar bola mata
dilindungi oleh kelopak. Tepat di atas sudut luar mata terdapat kelenjar air
mata yang berfungsi membasahi dan membersihkan permukaan mata.
Bola mata melekat pada dinding rongga
mata melalui tiga pasang otot. Ketiga pasang otot tersebut berfungsi untuk
menggerakkan bola mata. Jika kerja otot kanan dan otot kiri tidak serasi akan
terjadi kelainan yang disebut juling.
Selain itu, mata juga dilindungi oleh
:
a. Kelopak mata
Kulit tipis yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu
atau sentuhan benda.
b. Bulu mata
Melindungi mata dari cahaya yang terlalu menyilaukan
c. Alis
Melindungi mata dari aliran keringat dan air hujan
d. Air mata
Menjaga kelembaban mata dan membersihkan mata dari debu dan bakteri
Perhatikan
gambar mata berikut !
Mata terdiri atas tiga lapisan jaringan :
a. Lapisan sklera
atau selaput putih
Lapisan paling luar, sangat kuat. Lapisan ini sering disebut
dengan lapisan putih mata. Di bagian depan lapisan ini membentuk kornea yang
bening, untuk menerima cahaya yang masuk ke dalam mata. Kornea selalu basah
oleh air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata.
b. Lapisan koroid
atau selaput hitam
Merupakan lapisan di bawah sklera dan lapisan tengah bola
mata. Bagian ini banyak mengandung melanin dan pembuluh darah, yang berfungsi
untuk menghentikan refleksi cahaya yang menyimpang di dalam mata.
Di bagian depan mata, koroid membentuk iris. Iris ini
mengandung pigmen hitam, biru, hijau, dan coklat sehingga dapat penentu warna
mata. Di bagian tengah iris terdapat pupil yang merupakan celah bukaan, untuk
mengatur intensitas (banyak sedikit) cahaya yang masuk ke mata. Pupil menjadi
lebih besar pada saat cahaya remang dan lebih kecil pada saat cahaya terang.
Di belakang iris terdapat lensa mata yang berbentuk cembung
di kedua sisi yang diikat oleh ligament suspensori. Mencembung memipihnya lensa
menyebabkan mata berakomodasi. Pada saat melihat benda dekat, ligament
penggantung ototnya berkontraksi dan sebaliknya.
c. Retina atau
selaput pelangi
Pada lapisan ini terdapat bagian yang paling peka terhadap
cahaya yaitu bintik kuning (fovea). Selain itu terdapat bintik buta, yaitu
tempat keluarnya air mata. Pada retina tersusun sel batang (basillus) yang
mampu menerima rangsang cahaya tidak berwarna dan untuk melihat pada keadaan
cahaya redup. Terdapat juga sel kerucut (konus) yang menerima rangsang cahaya
kuat dan berwarna. Sel kerucut lebih banyak terdapat pada bintik kuning. Jadi
bila ingin melihat benda dengan jelas, maka bayangan harus jatuh di bagian ini.
Di retina juga dijumpai daerah yang sama skali tidak mengandung sel
batang ataupun sel kerucut yang disebut bintik buta.
Bagian
– bagian mata berdasar lewat arah berkas cahaya :
1. Kornea
Kornea merupakan lapisan luar mata yang jernih. Sifatnya
tembus cahaya sehingga memnungkinkan cahaya masuk ke pupil. Kornea membantu
mempertemukan berkas – berkas cahaya dengan membengkokkan berkas cahaya saat
cahaya masuk ke mata. Kornea mempunyai selaput tipis yang disebut dengan konjungtiva.
2. Pupil
Lapisan kedua dari bola mata adalah koroid. Lapisan tersebut
merupakan lapisan tengah disebut selaput darah karena banyak terdapat pembuluh
darah kecuali pada bagian depan. Pada bagian depan lapisan tersebut sedikit
terbuka disebut pupil.
3. Lensa
Lensa merupakan bagian jernih mata yang berubah bentuk saat
kita melihat benda dengan jarak yang berbeda. Otot lensa menempel pada lensa, yang
disebut muskulus silliaris (otot daging melingkar). Otot lensa menarik dan
mengubah bentuk lensa. Di bagian belakang pupil terdapat bagian yang cembung,
bagian inilah namananya lensa.
Ruangan di antara lensa dan kornea berisi cairan encer yang
disebut aqueous humor. Sedangkan
diantara lensa dan retina menyerupai agar – agar. Di bagian dalam bola mata
berisi cairan kental dan transparan. Substansi inilah yang menyebabkan bola
mata menjadi kukuh. Caiaran ini disebut vitreous
humor.
4. Retina
Bagian mata yang terletak di bagian belakang. Retina tersusun
atas sel – sel syaraf yang peka terhadap cahaya. Di dalam retina terdapat sel –
sel batang dan sel – sel kerucut.
5. Caiaran vitreus
Caiaran seperti agar – agar cair yang memenuhi rongga dalam bola mata.
Cairan ini mendorong bagian – bagian mata ke arah luar sehingga bentuk mata
tetap bulat.
Proses
melihat
Mata normal (emetrop) merupakan mata yang dapat memfokuskan
cahaya yang masuk tepat pada bintik kuning. Mata normal dapat melihat benda
yang jauh mapun yang dekat. Jarak benda yang terjauh yang masih dapat dilihat
dengan jelas oleh mata disebut titik jauh. Jarak benda terdekat yang masih
dapat dilihat dengan jelas oleh mata disebut titik dekat.
B. Telinga
Telinga merupakan saluran yang
terbuka di bagian luar dan bersatu dengan tulang tengkorak. Bunyi yang dapat
kita dengar adalah suara – suara yang memiliki frekuensi 20 – 20.000 Hz.
Telinga manusia terdiri atas tiga
bagian :
a. Telinga luar
Telinga luar trdiri atas :
-
Daun telinga, berfungsi untuk menampung atau
mengumpulkan gelombang bunyi
-
Liang telinga ( saluran auditori), berfungsi untuk
menyalurkan gelombang bunyi ke selaput gendang telinga. Di sepanjang dinding
liang telinga terdapat rambut halus, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat
yang berfungsi untuk menghakangi debu dan air yang masuk.
-
Selaput gendang telinga (membrane tymphani), yang mebatasi telinga luar dan telinga tengah.
Berfungsi untuk menangkap getaran.
b. Telinga tengah
Telinga bagian tengah terdiri dari atas :
-
Tulang – tulang pendengaran, yaitu berupa tiga tulang
kecil yang bersambung dari selaput gendang telinga menuju telinga dalam. Ketiga
tulang tersebut secara terurut adalah tulang martil, tulang landasan, dan
tukang sanggurdi. Tulang sanggurdi
melekat dengan sakluran rumah siput dan tingkap jorong.
-
Saluran eustachius, yaitu saluran sempit yang
menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang tenggorokan. Saluran ini
terbuka saat kita mengunyah, menguap, bersin, atau mebuka mulut. Fungsi untuk
memasukkan udara ke rongga telinga tengah sehingga tekanan udara di kedua
gendang telinga sama dengan udara di luar tubuh.
c. Telinga dalam
Telinga dalam terdiri atas :
-
Tingkap jorong dan tingkap bulat
Fungsi : menyalurkan getaran ke teling dalam dan penyeimbang
getaran
-
Saluran rumah siput (koklea).
Di dalam koklea terdapat organ
chorti, yang berisi ribuan sel rambut yang peka terhadap getaran. Impuls
yang timbul di dalam sel rambut tersebut diteruskan oleh saraf auditori ke
otak.
Perhatikan gambar berikut :
Gambar 2.
Telinga
-
Tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semi
sirkularis), yaitu tiga buah saluran setengah lingkaran yang satu dengan yang
lain membentuk sudut 90 derajat. Pada ujung setiap lingkaran terdapat penebalan
(menggelembung) yang disebut ampulla dan bergabung dengan utrikulus dan
sakulus.
Cara mendengar suatu bunyi :
1. Gelombang bunyi
diterima daun telinga
2. Gelombang bunyi
disalurkan masuk oleh liang telinga
3. Gelombang bunyi
menggetarkan gendang telinga
4. Getaran tersebut
diteruskan oleh tulang – tulang pendengaran (osikel)
5. Getaran
diteruskan ke tingkat jorong dan menggetarkan caiarn limfe di dalam koklea
6. Menggetarkan sel
reseptor organ korti, yang menghasilkan impuls menuju otak
7. Getaran cairan
limfa juga menggerakkan tingkap bulat bergerak keluar masuk untuk mengatur
tekanan udara di dalam agar seimbang dengan tekanan di luar.
Gambar 3. Perjalanan Rambat Bunyi
C. Hidung
Sel – sel reseptor yang berfungsi
untuk menerima rangsangan zat kimia berupa uap terletak di rongga hidung bagian
atas. Sel – sel reseptor ini mempunyai rambut – rambut halus (silia) diujungnya
dan diliputi selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab. Dari sel – sel
reseptor ini rangsang dibawa oleh serabut saraf menuju pusat pembau di otak .
D. Lidah
Lidah terbentuk oleh jaringan otot yang
ditutupi oleh selaput lender yang selalu basah dan berwarna merah jambu. Di
dalam mulut, permukaan lidah terasa halus dan licin. Tonjolan – tonjolan kecil
di permukaan lidah disebut papilla.
Pernahkah kalian merasa sulit untuk
mengecap saat menderita flu dengan hidung tersumbat ? hal itu terjadi karena
indera pengecap dan pembau berhubungan.
Suatu zat dapat dirasakan oleh lidah
bila zat tersebut berupa larutan. Larutan tersebut kemudian memenuhi parit –
parit di sekitar papilla. Karena pada papilla terdapat kuncup – kuncup
pengecap, maka zat mengisi parit tersebut merangsang kuncup pengecap. Rangsangan
ini diteruskan oleh serabut saraf menuju ke otak untuk diartikan. Terkadang
satu bagian lidah dapat merasakan lebih dari empat rasa tersebut. Hal ini
terjadi karena melibatkan ffaktor – ffaktor :
a. Kombinasi
keempat rasa tersebut menghasilkan rasa baru
b. Perana reseptor
– reseptor pencium, suhu, dan sentuhan.
Gambar 4. Lidah
E. Kulit
Selain sebagai alat ekskresi, kulit
juga berperan sebagai indera perasa dan peraba. Di kulit terdapat organ
penginderaan khusus yang disebut dengan reseptor. Reseptor merupakan
percabangan akhir denrit dari neuron sensorik. Reseptor – reseptor yang
terdapat pada kulit adalah :
a. Korpus
meiussner, terletak didekat permukaan kulit. Fungsi menerima rangsang
sentuhan/rabaan. Reseptor ini tersebar tidak merata di permukaan kulit. Ujung
jari memiliki paling banyak reseptor peraba.
b. Korpus pacini,
yang berfungsi menerima rangsang tekanan. Letaknya di bawah lapisan dermis.
c. Korpus ruffini,
yang berfungsi menerima rangsang panas. Letaknya di lapisan dermis.
d. Korpus Krause,
berfungsi menerima rangsang dingin. Letaknya di lapisan dermis.
e. Ujung saraf
tanpa selaput. Yang peka terhadap rasa sakit/nyeri. Letaknya di lapisan
epidermis. Saraf ini penting untuk terlaksananya gerak refleks.
Perhatikan gambar kulit
dibawah ini !
Gambar 5. Kulit
Kelainan dan penyakit
pada sistem indera
1. Miopi (rabun
jauh)
Kelainan pada mata di mana bayangan yang dibentuk oleh lensa
jatuh di depan retina. Kelainan ini terjadi karena lensa mata terlalu cembung
atau garis tengah mata panjang. Ditolong dengan lensa negatif.
2. Hipermetropi
(rabun dekat)
Kelainan mata di mana bayangan yang dibentuk lensa jatuh di
belakang retina. Penyebab : lensa mata terlalu pipih atau garis tengah mata
pendek. Dapat ditolong dengan lensa positif.
3. Presbiopi
Kelainan padxa mata karena tidak elastisnya lensa mata (lensa
mata terlalu pipih) untuk berakomodasi. Ditolong dengan lensa ganda yaitu lensa
positif atau negatif. Di bagian atas kacamata dipasang lensa cekung untuk
melihat benda yang jauh, sedangkan dibagian bawahnya dipasang lensa cembung
untuk melihat benda yang dekat.
4. Astigmatisme
Cacat mata yang disebabkan kecembungan kornea tidak rata,
sehingga sinar sejajar yang datang tidak dapat difokuskan ke satu titik. Untuk
membantu penderita astigmatisme dipakai kacamata silindris.
5. Katarak
Mengeruhnya lensa mata, yang disebabkan oleh kekurangan
vitamin B atau faktor usia.
6. Rabun senja
(hemeralopi)
Kelainan pada mata karena defisiensi vitamin A. Akibatnya
penderita kesulitan melihat benda saat terjadi perubahan dari terang ke gelap
atau saat senja.
7. Buta warna
Penyakit / kelainan tidak dapat membedakan warna akibat
kurang atau tidak adanya sel – sel kerucut.
8. Glaukoma
Jika terlalu banyak cairan di dalam mata akan terjadi gangguan.













0 comments:
Post a Comment