Cegah Corona

Stay at Home, Pakai Masker, Jaga Jarak, Cuci Tangan Selalu

My Blog List

Sistem Indera, Bagaimana Mempelajari Dengan Mudah

 

Oleh : Tundung Memolo

Indera berperan sebagai reseptor. Ada 5 macam indra yang berfungsi sebagai penerima rangsangan, yaitu :

1.     Mata, sebagai penerima rangsang cahaya (fotoreseptor)

2.     Telinga, sebagai penerima rangsang getaran bunyi (fonoreseptor) dan tempat beradanya indra keseimbangan (statoreseptor)

3.     Hidung, sebagai penerima rangsang bau berupa gas (kemoreseptor)

4.     Lidah, sebagai penerima rangsang zat terlarut (kemoreseptor)

5.     Kulit, sebagai penerima rangsang sentuhan (tangoreseptor)

 

A.     Mata

Mata terletak di dalam rongga mata yang dilindungi oleh tulang – tulang tengkorak. Bagian luar bola mata dilindungi oleh kelopak. Tepat di atas sudut luar mata terdapat kelenjar air mata yang berfungsi membasahi dan membersihkan permukaan mata.

Bola mata melekat pada dinding rongga mata melalui tiga pasang otot. Ketiga pasang otot tersebut berfungsi untuk menggerakkan bola mata. Jika kerja otot kanan dan otot kiri tidak serasi akan terjadi kelainan yang disebut juling.

Selain itu, mata juga dilindungi oleh :

a.      Kelopak mata

Kulit tipis yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu atau sentuhan benda.

b.     Bulu mata

Melindungi mata dari cahaya yang terlalu menyilaukan

c.      Alis

Melindungi mata dari aliran keringat dan air hujan

d.     Air mata

Menjaga kelembaban mata dan membersihkan mata dari debu dan bakteri

            Perhatikan gambar mata berikut !

Sistem Indera Tundung Memolo
Gambar 1. Mata

Mata terdiri atas tiga lapisan jaringan :

a.      Lapisan sklera atau selaput putih

Lapisan paling luar, sangat kuat. Lapisan ini sering disebut dengan lapisan putih mata. Di bagian depan lapisan ini membentuk kornea yang bening, untuk menerima cahaya yang masuk ke dalam mata. Kornea selalu basah oleh air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata.

b.     Lapisan koroid atau selaput hitam

Merupakan lapisan di bawah sklera dan lapisan tengah bola mata. Bagian ini banyak mengandung melanin dan pembuluh darah, yang berfungsi untuk menghentikan refleksi cahaya yang menyimpang di dalam mata.

Di bagian depan mata, koroid membentuk iris. Iris ini mengandung pigmen hitam, biru, hijau, dan coklat sehingga dapat penentu warna mata. Di bagian tengah iris terdapat pupil yang merupakan celah bukaan, untuk mengatur intensitas (banyak sedikit) cahaya yang masuk ke mata. Pupil menjadi lebih besar pada saat cahaya remang dan lebih kecil pada saat cahaya terang.

Di belakang iris terdapat lensa mata yang berbentuk cembung di kedua sisi yang diikat oleh ligament suspensori. Mencembung memipihnya lensa menyebabkan mata berakomodasi. Pada saat melihat benda dekat, ligament penggantung ototnya berkontraksi dan sebaliknya.

c.      Retina atau selaput pelangi

Pada lapisan ini terdapat bagian yang paling peka terhadap cahaya yaitu bintik kuning (fovea). Selain itu terdapat bintik buta, yaitu tempat keluarnya air mata. Pada retina tersusun sel batang (basillus) yang mampu menerima rangsang cahaya tidak berwarna dan untuk melihat pada keadaan cahaya redup. Terdapat juga sel kerucut (konus) yang menerima rangsang cahaya kuat dan berwarna. Sel kerucut lebih banyak terdapat pada bintik kuning. Jadi bila ingin melihat benda dengan jelas, maka bayangan harus jatuh di bagian ini.

Di retina juga dijumpai daerah yang sama skali tidak mengandung sel batang ataupun sel kerucut yang disebut bintik buta.

                        Bagian – bagian mata berdasar lewat arah berkas cahaya :

1.     Kornea

Kornea merupakan lapisan luar mata yang jernih. Sifatnya tembus cahaya sehingga memnungkinkan cahaya masuk ke pupil. Kornea membantu mempertemukan berkas – berkas cahaya dengan membengkokkan berkas cahaya saat cahaya masuk ke mata. Kornea mempunyai selaput tipis yang disebut dengan konjungtiva.

2.     Pupil

Lapisan kedua dari bola mata adalah koroid. Lapisan tersebut merupakan lapisan tengah disebut selaput darah karena banyak terdapat pembuluh darah kecuali pada bagian depan. Pada bagian depan lapisan tersebut sedikit terbuka disebut pupil.

3.     Lensa

Lensa merupakan bagian jernih mata yang berubah bentuk saat kita melihat benda dengan jarak yang berbeda. Otot lensa menempel pada lensa, yang disebut muskulus silliaris (otot daging melingkar). Otot lensa menarik dan mengubah bentuk lensa. Di bagian belakang pupil terdapat bagian yang cembung, bagian inilah namananya lensa.

Ruangan di antara lensa dan kornea berisi cairan encer yang disebut aqueous humor. Sedangkan diantara lensa dan retina menyerupai agar – agar. Di bagian dalam bola mata berisi cairan kental dan transparan. Substansi inilah yang menyebabkan bola mata menjadi kukuh. Caiaran ini disebut vitreous humor.

4.     Retina

Bagian mata yang terletak di bagian belakang. Retina tersusun atas sel – sel syaraf yang peka terhadap cahaya. Di dalam retina terdapat sel – sel batang dan sel – sel kerucut.

5.     Caiaran vitreus

Caiaran seperti agar – agar cair yang memenuhi rongga dalam bola mata. Cairan ini mendorong bagian – bagian mata ke arah luar sehingga bentuk mata tetap bulat.

            Proses melihat

Proses Melihat pada Mata

      Mata normal (emetrop) merupakan mata yang dapat memfokuskan cahaya yang masuk tepat pada bintik kuning. Mata normal dapat melihat benda yang jauh mapun yang dekat. Jarak benda yang terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata disebut titik jauh. Jarak benda terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata disebut titik dekat.

B.     Telinga

Telinga merupakan saluran yang terbuka di bagian luar dan bersatu dengan tulang tengkorak. Bunyi yang dapat kita dengar adalah suara – suara yang memiliki frekuensi 20 – 20.000 Hz.

Telinga manusia terdiri atas tiga bagian :

a.      Telinga luar

Telinga luar trdiri atas :

-         Daun telinga, berfungsi untuk menampung atau mengumpulkan gelombang bunyi

-         Liang telinga ( saluran auditori), berfungsi untuk menyalurkan gelombang bunyi ke selaput gendang telinga. Di sepanjang dinding liang telinga terdapat rambut halus, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat yang berfungsi untuk menghakangi debu dan air yang masuk.

-         Selaput gendang telinga (membrane tymphani), yang mebatasi telinga luar dan telinga tengah. Berfungsi untuk menangkap getaran.

b.     Telinga tengah

Telinga bagian tengah terdiri dari atas :

-         Tulang – tulang pendengaran, yaitu berupa tiga tulang kecil yang bersambung dari selaput gendang telinga menuju telinga dalam. Ketiga tulang tersebut secara terurut adalah tulang martil, tulang landasan, dan tukang sanggurdi.  Tulang sanggurdi melekat dengan sakluran rumah siput dan tingkap jorong.

-         Saluran eustachius, yaitu saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang tenggorokan. Saluran ini terbuka saat kita mengunyah, menguap, bersin, atau mebuka mulut. Fungsi untuk memasukkan udara ke rongga telinga tengah sehingga tekanan udara di kedua gendang telinga sama dengan udara di luar tubuh.

c.      Telinga dalam

Telinga dalam terdiri atas :

-         Tingkap jorong dan tingkap bulat

Fungsi : menyalurkan getaran ke teling dalam dan penyeimbang getaran

-         Saluran rumah siput (koklea).

Di dalam koklea terdapat organ chorti, yang berisi ribuan sel rambut yang peka terhadap getaran. Impuls yang timbul di dalam sel rambut tersebut diteruskan oleh saraf auditori ke otak.

Perhatikan gambar berikut :

Telinga Struktur

Gambar 2. Telinga

-         Tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semi sirkularis), yaitu tiga buah saluran setengah lingkaran yang satu dengan yang lain membentuk sudut 90 derajat. Pada ujung setiap lingkaran terdapat penebalan (menggelembung) yang disebut ampulla dan bergabung dengan utrikulus dan sakulus.

 

Cara mendengar suatu bunyi :

1.     Gelombang bunyi diterima daun telinga

2.     Gelombang bunyi disalurkan masuk oleh liang telinga

3.     Gelombang bunyi menggetarkan gendang telinga

4.     Getaran tersebut diteruskan oleh tulang – tulang pendengaran (osikel)

5.     Getaran diteruskan ke tingkat jorong dan menggetarkan caiarn limfe di dalam koklea

6.     Menggetarkan sel reseptor organ korti, yang menghasilkan impuls menuju otak

7.     Getaran cairan limfa juga menggerakkan tingkap bulat bergerak keluar masuk untuk mengatur tekanan udara di dalam agar seimbang dengan tekanan di luar.

Struktur Hidung

                  Gambar 3. Perjalanan Rambat Bunyi

C.     Hidung

Sel – sel reseptor yang berfungsi untuk menerima rangsangan zat kimia berupa uap terletak di rongga hidung bagian atas. Sel – sel reseptor ini mempunyai rambut – rambut halus (silia) diujungnya dan diliputi selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab. Dari sel – sel reseptor ini rangsang dibawa oleh serabut saraf menuju pusat pembau di otak .

Proses Mambau
 

D.    Lidah

Lidah terbentuk oleh jaringan otot yang ditutupi oleh selaput lender yang selalu basah dan berwarna merah jambu. Di dalam mulut, permukaan lidah terasa halus dan licin. Tonjolan – tonjolan kecil di permukaan lidah disebut papilla.

Pernahkah kalian merasa sulit untuk mengecap saat menderita flu dengan hidung tersumbat ? hal itu terjadi karena indera pengecap dan pembau berhubungan.

Suatu zat dapat dirasakan oleh lidah bila zat tersebut berupa larutan. Larutan tersebut kemudian memenuhi parit – parit di sekitar papilla. Karena pada papilla terdapat kuncup – kuncup pengecap, maka zat mengisi parit tersebut merangsang kuncup pengecap. Rangsangan ini diteruskan oleh serabut saraf menuju ke otak untuk diartikan. Terkadang satu bagian lidah dapat merasakan lebih dari empat rasa tersebut. Hal ini terjadi karena melibatkan ffaktor – ffaktor :

a.      Kombinasi keempat rasa tersebut menghasilkan rasa baru

b.     Perana reseptor – reseptor pencium, suhu, dan sentuhan.

Lidah perasa

Gambar 4. Lidah

E.      Kulit

Selain sebagai alat ekskresi, kulit juga berperan sebagai indera perasa dan peraba. Di kulit terdapat organ penginderaan khusus yang disebut dengan reseptor. Reseptor merupakan percabangan akhir denrit dari neuron sensorik. Reseptor – reseptor yang terdapat pada kulit adalah :

a.      Korpus meiussner, terletak didekat permukaan kulit. Fungsi menerima rangsang sentuhan/rabaan. Reseptor ini tersebar tidak merata di permukaan kulit. Ujung jari memiliki paling banyak reseptor peraba.

b.     Korpus pacini, yang berfungsi menerima rangsang tekanan. Letaknya di bawah lapisan dermis.

c.      Korpus ruffini, yang berfungsi menerima rangsang panas. Letaknya di lapisan dermis.

d.     Korpus Krause, berfungsi menerima rangsang dingin. Letaknya di lapisan dermis.

e.      Ujung saraf tanpa selaput. Yang peka terhadap rasa sakit/nyeri. Letaknya di lapisan epidermis. Saraf ini penting untuk terlaksananya gerak refleks.

Perhatikan gambar kulit dibawah ini !

Bagian Kulit

                                                Gambar 5. Kulit

Kelainan dan penyakit pada sistem indera

1.     Miopi (rabun jauh)

Kelainan pada mata di mana bayangan yang dibentuk oleh lensa jatuh di depan retina. Kelainan ini terjadi karena lensa mata terlalu cembung atau garis tengah mata panjang. Ditolong dengan lensa negatif.

2.     Hipermetropi (rabun dekat)

Kelainan mata di mana bayangan yang dibentuk lensa jatuh di belakang retina. Penyebab : lensa mata terlalu pipih atau garis tengah mata pendek. Dapat ditolong dengan lensa positif.

3.     Presbiopi

Kelainan padxa mata karena tidak elastisnya lensa mata (lensa mata terlalu pipih) untuk berakomodasi. Ditolong dengan lensa ganda yaitu lensa positif atau negatif. Di bagian atas kacamata dipasang lensa cekung untuk melihat benda yang jauh, sedangkan dibagian bawahnya dipasang lensa cembung untuk melihat benda yang dekat.

4.     Astigmatisme

Cacat mata yang disebabkan kecembungan kornea tidak rata, sehingga sinar sejajar yang datang tidak dapat difokuskan ke satu titik. Untuk membantu penderita astigmatisme dipakai kacamata silindris.

5.     Katarak

Mengeruhnya lensa mata, yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B atau faktor usia.

6.     Rabun senja (hemeralopi)

Kelainan pada mata karena defisiensi vitamin A. Akibatnya penderita kesulitan melihat benda saat terjadi perubahan dari terang ke gelap atau saat senja.

7.     Buta warna

Penyakit / kelainan tidak dapat membedakan warna akibat kurang atau tidak adanya sel – sel kerucut.

8.     Glaukoma

Jika terlalu banyak cairan di dalam mata akan terjadi gangguan.

0 comments: